Juni 1, 2026

Kodim 1420/Sidrap Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Usung Tema Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Screenshot_20260601-170114

PELOPORNEWS.SIDRAP – Kodim 1420/Sidrap menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Lapangan Upacara Makodim 1420/Sidrap, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Majjelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Senin (01/06/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan berjalan aman serta lancar hingga selesai sekitar pukul 07.30 Wita.

Upacara dipimpin oleh Inspektur Upacara Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, S.H.I., M.H.I. selaku Komandan Kodim (Dandim) 1420/Sidrap. Sementara itu, jajaran pejabat upacara lainnya terdiri dari Komandan Upacara Kapten Inf Baso Akhirudin Djufri (Pasi Log Kodim 1420/Sidrap), Perwira Upacara Kapten Caj Mursalim (Pasi Pers Kodim 1420/Sidrap), serta Lettu Kav Muhammad Nasir (Ws. Dan Unit Intel Kodim 1420/Sidrap) yang bertugas membacakan Pembukaan UUD 1945.

Tugas pembawa acara diemban Serda Kamaruddin (Ba Pers Kodim 1420/Sidrap), pembaca doa oleh Pelda Kasmuddin (Ba Pers Kodim 1420/Sidrap), dan pengibar Bendera Merah Putih adalah tim Provost yang terdiri dari Sertu Rahmat, Koptu Herman Nur, dan Kopda Mujahidin.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdim 1420/Sidrap Mayor Inf Wahyudi, S.E., para Komandan Rayon Militer (Danramil) jajaran Kodim 1420/Sidrap, para Perwira Staf (Pasi), serta seluruh Bintara, Tamtama, dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodim 1420/Sidrap.

Susunan acara berjalan sesuai protokol, dimulai dari masuknya komandan upacara ke lapangan, kedatangan inspektur upacara di mimbar, penghormatan pasukan, pengibaran bendera, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, penyampaian amanat, doa, hingga pembubaran pasukan.

Dalam amanatnya yang merupakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Dandim menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni, melainkan momen refleksi agar nilai luhur Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap warga negara. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

“Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” ujar Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar saat membacakan amanat.

Ia menekankan Pancasila sebagai “Bintang Penuntun” dan “Jangkar Moral” bangsa yang telah membuktikan ketangguhannya menyatukan keberagaman nusantara di tengah ketidakpastian dunia. Nilai-nilai ini juga menjadi dasar kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif, serta instrumen diplomasi berbasis musyawarah dan mufakat yang dibutuhkan dunia saat ini.

Lebih lanjut disampaikan, peran nyata Indonesia dalam menjaga perdamaian terlihat dari kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera PBB, mediasi konflik regional, dan konsistensi menyuarakan keadilan—sesuai dengan semangat sila kedua Pancasila: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Dandim juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup, bukan sekadar hiasan dinding atau teks sejarah. Ia juga mengingatkan pentingnya kebijakan publik yang berlandaskan keadilan sosial, serta ajakan bersama melawan intoleransi dan radikalisme.

“Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan. Tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung religiusitas, persatuan, dan nilai kemanusiaan,” pungkasnya, diakhiri seruan semangat “Selamat Hari Lahir Pancasila! Jayalah Indonesiaku! Merdeka!”.

Kegiatan berakhir dalam keadaan tertib, aman, dan seluruh peserta upacara meninggalkan lokasi dengan tertib setelah upacara resmi dibubarkan.