Pelajar SMA di Duga Jadi Korban Penganiayaan Oknum Guru di Pare-Pare, Keluarga Korban Minta Pelaku Segera di Proses
PELOPORNEWS.INFO,Parepare – Dugaan tindak penganiayaan terhadap seorang pelajar SMA terjadi di Kota Parepare, Sulawesi Selatan.
Peristiwa ini diduga terjadi pada Hari Senin (27/10/2025) sekitar pukul 17.00 WITA di Jalan Gelora Mandiri, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, tepatnya di area Lapangan GOR Parepare.
Isu dugaan penganiayaan ini mencuat setelah SF (20), saudara dari korban berinisial MS (16), menceritakan kejadian tersebut kepada sejumlah awak media di salah satu warkop di Kabupaten Sidrap, Hari Jumat (31/10/2025).
Menurut keterangan SF, kejadian bermula ketika MS sedang berlatih futsal di Lapangan GOR Parepare.
Di sekitar gawang, terdapat seorang pria berinisial JF (49) yang belakangan diketahui berprofesi sebagai guru di salah satu SMA di Kota Parepare. Saat itu, JF tampak sedang berbincang dengan beberapa orang.
Tanpa sengaja, bola yang ditendang oleh MS mengenai bagian perut JF.
Menyadari kesalahannya, MS langsung menghampiri JF untuk meminta maaf. Namun, ketika MS sudah berada di hadapan JF dan mengulurkan tangan, JF justru marah dan menampar pipi kiri MS hingga mengalami luka lebam.
“Adikku sudah minta maaf, tapi guru itu malah menampar dan berkata ‘sama-sama sakitki toh’,” ujar SF menirukan ucapan adiknya.
Atas kejadian tersebut, keluarga korban berharap agar pelaku segera diproses hukum.
“Kami berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku, karena tindakannya sudah mencoreng nama baik dunia pendidikan,” tegas SF.
Keluarga korban telah melaporkan kejadian ini ke Polres Parepare, dengan bukti Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor: STTLP/B/397/X/2025/SPKT/Polres Parepare/Polda Sulsel, yang ditandatangani oleh Aiptu Firdaus, KA/SPKT PAMAPTA II.
Sementara itu, Aiptu Erwin, Ps. Kasubsi Penmas Humas Polres Parepare, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp,membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur tersebut.
“Benar, laporan sudah diterima dan saat ini unit PPA masih melakukan proses penanganan. Korban dan orang tuanya sudah dimintai keterangan, sementara saksi-saksi lain juga sedang diperiksa,” jelasnya.
Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka.
“Penyidik masih terus bekerja mengumpulkan keterangan dari para saksi. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses pemeriksaan selesai,” tutup Aiptu Erwin.




