Agustus 5, 2026

Sejumlah Pemilik Pangkalan Elpiji Bersubsidi di Kecamatan Tutar Keluhkan Jatah Dikurangi, Warga Sulit Dapatkan Sesuai HET

SGN_08_05_2026_1785920787654

Polewali,Pelopor News– Sejumlah pemilik pangkalan gas elpiji 3 kilogram bersubsidi di Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), mengeluhkan pemangkasan jatah pasokan yang dirasakan sejak beberapa pekan terakhir. Kondisi ini memicu keluhan masyarakat yang semakin sulit mendapatkan gas bersubsidi dengan harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp.18.500 per tabung.

 

Salah satu pengelola pangkalan resmi di wilayah Kecamatan Tutar,AD mengungkapkan, dulunya pihaknya menerima pasokan dari Agen PT.Hafsa utama gas sebanyak 320 per bulan,namun dikurangi menjadi 280 perbulan dan pengurangan terakhir menjadi 180 tabung per Bulan

 

“Sudah lama jatah kami terus dipangkas. Padahal permintaan warga semakin meningkat, apalagi mayoritas masyarakat di sini menggunakan elpiji bersubsidi untuk kebutuhan memasak. Begitu barang datang, dalam waktu singkat sudah habis diserap Warga” ungkapnya, Selasa (4/8/2026).

 

Akibat ketersediaan yang sangat terbatas,terpaksa Warga harus keluar membeli dipengecer dengan harga hingga Rp.40 ribu pertabung,seperti di Kecamatan Luyo,Mapilli dan Wonomulyo.

 

“Sejumlah Emma’-emma’ warga Desa Tutar mengaku sudah sekian lama kita harus membeli diluar ke Camatsn Tutar dengan membeli dengan harga mahal hingga Rp.49 ribu pertabung dipengecer ketika tidak mendapatkan dipangkalan.

 

AD selaku pemilik pangkalan juga khawatir kondisi ini akan merusak kepercayaan masyarakat sekaligus memberatkan operasional mereka.

 

“Terus terang kami disini menjual ke Warga diatas harga HET karena supir yang mengangkut gas Supsidi tidak sampai kepangkalan.Mereka membongkar atau menurunkan muatan tabung gas di Lena,Kecamatan Luyo.Kami menjemput tabung di Lena kecamatan Luyo dengan biaya angkut Rp.500.000 persatu kali angkut.

 

Kalau supir menurunkan muatan nya dititik distribusi(dipangkalan) maka kita akan menyalurkan ke Warga sesuai HET Rp.18 500/Pertabung”,jelas AD.

 

AD meminta kepada PT.Hapsa Utama Gas untuk mengembalikan jatah kami seperti semula,kalau tidak akan ada resiko yang akan dialaminya”,ancam AD.

 

Selain itu,Emma’-emma’ juga berharap kepada agen PT.Hapsa Utama gas untuk kembali menambah jatah Gas Supsidi terhadap pangkalan nya sehingga kami mudah mendapatkan dengan harga subsidi yakni Rp.18.500″,harapnya.(Skr)