Sejumlah Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg di Polman Keluhkan Jatah Berkurang Tanpa Kejelasan
POLEWALI MANDAR PELOPORNEWS– Sejumlah pengelola pangkalan gas elpiji 3 kilogram di wilayah Kabupaten Polewali Mandar menyampaikan keluhan terkait pasokan yang diterima. Mereka mengaku jatah pasokan yang diberikan oleh agen penyalur berkurang dalam beberapa bulan terakhir, bahkan tanpa disertai penjelasan atau alasan yang jelas.
Keluhan ini disampaikan oleh para pengelola pangkalan saat berbincang dengan awak media, Kamis, 18 Juni 2026. Menurut mereka, pengurangan jatah ini terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung terus-menerus, padahal kebutuhan masyarakat justru cenderung stabil bahkan meningkat di beberapa titik.

“Sekitar dua bulan terakhir, jatah yang kami terima berkurang antara 20 hingga 30 persen dari jumlah biasanya. Ketika kami tanya ke agen PT. Hafsa Utama gas, jawabannya hanya pasokan terbatas, tapi tidak ada surat pemberitahuan resmi maupun penjelasan yang pasti,” ujar salah sejumlah pengelola pangkalan di Kecamatan Polewali yang enggan disebutkan namanya.
Ia menambahkan, kondisi ini membuat mereka kesulitan memenuhi permintaan pelanggan. Akibatnya, sering terjadi antrean panjang dan kekosongan stok di beberapa hari, yang kemudian menimbulkan kekhawatiran dan pertanyaan dari masyarakat.
“Kami juga tidak bisa menaikkan harga sesuai keinginan, karena sudah diatur. Jika pasokan terus berkurang tanpa kejelasan, lama-kelamaan usaha kami terganggu dan pelanggan juga dirugikan,” imbuhnya.
Sejumlah warga juga mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji dengan harga resmi, sehingga terpaksa mencarinya di tempat lain dengan harga yang lebih tinggi akibat kelangkaan tersebut.
Para pengelola pangkalan berharap pihak agen PT Hafsa utama gas penyalur maupun instansi terkait segera memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab pengurangan jatah. Mereka juga meminta agar pasokan dapat dikembalikan ke jumlah semula agar ketersediaan elpiji 3 kg di tingkat masyarakat tetap terjamin dan stabil.
Selain itu,salah satu pemilik Pangkalan E-Warung,Sofyan mengeluhkan karena tiba-tiba jatahnya dihentikan. Yang paling sadis karena tiba-tiba pangkalan nya dialihkan kepada orang lain atas nama Arnita untuk dikelola. Awalnya saat pangkalan Sofyan dikelola oleh Sofyan, namamanya hanya pangkalan Sofyan yang berubah nama menjadi Sofyan/Arnita
“Peralihan tersebut diketahui saat pangkalan Sofyan/Arnita digerebek oleh pihak Kepolisian beberapa bulan yang lalu”, jelas Sofyan.
Sofyan tambahnya, Peralihan pangkalannya terhadap orang lain membuat dirinya menempuh jalur Hukum, bahkan telah melayangkan surat somasi melalui Pengacaranya kepada PT. Hafsa utama gas”, ujar Sofyan.





