Pencanangan Desa Buae Sebagai Desa Siaga TBC, Upaya Menuju Indonesia Bebas TBC 2030
PELOPORNEWS.INFO,SIDRAP – Pencanangan Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) sebagai Desa Siaga Tuberkulosis (TBC) resmi dilaksanakan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Buae pada Rabu, 12 November 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah melalui Puskesmas Lawawoi dalam mendukung program nasional menuju Indonesia bebas TBC tahun 2030.
Kepala Puskesmas Lawawoi, Muhammad Ali, dalam laporannya menyampaikan alasan pemilihan Desa Buae sebagai salah satu Desa Siaga TBC. Menurutnya, desa ini memiliki angka kasus TBC yang cukup tinggi dibanding desa lainnya di wilayah kerja Puskesmas Lawawoi.
“Melalui program ini, kami berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam memberikan informasi jika menemukan warga yang mengalami gejala TBC di lingkungannya,” ujar Muhammad Ali.
Ia juga mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh lebih dari satu minggu. “Segera periksa dahaknya agar bisa diketahui apakah mengarah pada penyakit TBC atau bukan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Muhammad Ali menyebutkan bahwa pencanangan Desa Siaga TBC di 13 desa dan 1 kelurahan menjadi momentum awal yang baik dalam upaya mewujudkan Indonesia bebas TBC tahun 2030.
Sementara itu, Kepala Desa Buae, Ir. H. Laupe Umar, menyambut baik langkah Puskesmas Lawawoi dalam menunjuk desanya sebagai Desa Siaga TBC. Ia menilai program ini sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit TBC sejak dini.
“Insyaallah, Pemerintah Desa Buae akan terus bersinergi dengan pihak Puskesmas Lawawoi dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait pelayanan kesehatan,” tuturnya.
Perwakilan Camat Watang Pulu Syamsuddin ,dalam kesempatan ini menyampaikan sambutan dari kepala dinas kesehatan Sidrap menyampaikan bahwa hari ini ada 13 desa Dan 1 kelurahan yang melaksanakan kegiatan pencanangan desa siaga tbc di kabupaten Sidrap dalam upaya pencegahan penyakit menular ini dan melakukan suspek untuk mendeteksi secara dini sehingga dapat mendapatkan akses pengobatan,menuju Indonesia bebas TBC tahun 2030

Pada kesempatan tersebut, petugas pelayanan penyakit TBC dari Puskesmas Lawawoi, Sastrawati,S.Kep.M.Kes juga memberikan edukasi kepada warga tentang bahaya penyakit TBC serta langkah-langkah pencegahannya.
Melalui pencanangan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pengobatan TBC semakin meningkat, sehingga penularan penyakit tersebut dapat ditekan di wilayah Kabupaten Sidrap.

Pada kesempatan ini pula di laksanakan Deklarasi Komitmen Bersama yang kemudian di bubuhi tanda tangan bersama pihak pihak yang terlibat dalam pencanangan desa siaga TBC , diantaranya,kepala puskesmas Lawawoi,kepala desa buae,Tokoh masyarakat,tokoh Agama, Ketua PKK desa buae,babhimkamtibmas desa buae, Babinsa desa buae,dan Kader Posyandu



