September 8, 2026

Saling Menguatkan, Sidrap dan Hulu Sungai Utara Jalin Kerja Sama Berbagi Inovasi Demi Kemajuan Daerah

SGN_09_08_2026_1788861601419

SIDRAP PELOPORNEWS Semangat saling berbagi dan tumbuh bersama mewarnai hubungan antardaerah kali ini. Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, resmi menjalin kerja sama strategis melalui pertukaran dan replikasi inovasi daerah, demi mempercepat pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat luas.

 

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) berlangsung khidmat di Aula Saromase SKPD, Kompleks Perkantoran Bupati Sidrap, Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, pada Selasa (8/9/2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), sebagai wujud sinergi kebijakan fiskal daerah.

 

📌 Belajar Sambil Berkembang — 249 Inovasi Bersama untuk Dibagi

 

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menyampaikan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan ruang nyata untuk saling belajar dan mengambil praktik terbaik dari masing-masing daerah.

 

“Hulu Sungai Utara memiliki 116 inovasi daerah, sementara Sidrap memiliki 126 inovasi yang dihimpun dari desa, kelurahan, hingga perangkat daerah. Lewat inovasi ini kita sama-sama berbagi ilmu.”

 

Ia menegaskan bahwa inovasi tidak boleh berhenti di satu wilayah. Apa yang terbukti bermanfaat dapat direplikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan serta karakter masing-masing daerah.

 

“Apa yang baik di Hulu Sungai Utara kita ambil, apa yang perlu dicontoh kita pelajari. Kita tidak boleh cepat puas dengan apa yang kita miliki.”

 

🌾 Sama-Sama Daerah Pertanian — Potensi Besar untuk Saling Melengkapi

 

Sektor pertanian menjadi salah satu titik temu utama kedua daerah. Meski sama-sama mengandalkan pertanian sebagai tulang punggung ekonomi, keduanya memiliki kekhasan yang saling melengkapi: Sidrap dengan lahan sawah produktifnya, dan Hulu Sungai Utara dengan karakteristik lahan rawa yang luas.

 

Syaharuddin menjelaskan bahwa dari sekitar 51.000 hektare lahan pertanian di Sidrap, sebagian besar tetap berhasil dipanen meski di tengah tantangan cuaca ekstrem. Sekitar 4.500 hektare terdampak kemarau, namun 46.000 hektare lainnya tetap menghasilkan panen, berkat upaya berkelanjutan seperti program listrik masuk sawah.

 

Potensi ekonomi yang dihasilkan pun luar biasa — contohnya Desa Padangloang Alau dengan 591 hektare persawahan, yang dalam satu kali panen saja mencapai nilai produksi sekitar Rp67 miliar.

 

“Ini menunjukkan besarnya potensi ekonomi yang ada di desa. Kita ingin sektor pertanian tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat.”

 

Kerja sama ini juga mencakup pengembangan sektor peternakan, perkebunan, perikanan, serta digitalisasi layanan publik dan pengelolaan pajak daerah.

 

💬 Sambutan Hangat Layaknya Saudara

 

Wakil Bupati Hulu Sungai Utara, Hero Setiawan, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan hangat Pemerintah Kabupaten Sidrap.

 

“Kami datang ke sini disambut seperti saudara.”

 

Ia menilai kesamaan karakter dan perbedaan kekhasan wilayah justru menjadi peluang terbaik untuk saling memperkaya — saling melengkapi kelebihan dan memperbaiki kekurangan demi pelayanan publik yang semakin baik.

 

 

 

📋 Ruang Lingkup Kerja Sama

 

MoU yang disepakati mencakup bidang pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik, antara lain:

✅ Replikasi inovasi daerah

✅ Pengembangan sektor pertanian dan pengelolaan pajak daerah

✅ Digitalisasi layanan publik

✅ Pertukaran pengalaman dan praktik baik

 

Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh, Kepala Bapenda Sulsel, jajaran Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara, para Kepala OPD terkait, serta tamu undangan lainnya.