September 10, 2026

Sidrap Luar Biasa Pangdivif 3 Kostrad Panen Raya Bersama Bupati Sidrap, Kanyuara Hasilkan Hingga 10 Ton Gabah Per Hektare

Screenshot_20260910-110553

PELOPORNEWS.SIDRAP — Panglima Divisi 3 Kostrad Mayjen TNI Wulan Nur Yudhanto, S.E., M.M., M.Han., bersama Ketua Persit KCK Koorcab Divif 3 PG Kostrad Ny. Fitri Wulan Nur Yudhanto, turun langsung melakukan panen raya bersama Bupati dan Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) di Kelurahan Kanyuara, Kecamatan Watang Sidenreng, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergitas antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus menunjukkan dukungan terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi Kabupaten Sidrap.
Dalam sambutannya, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif menyampaikan, terdapat tiga agenda utama dalam kunjungan Pangdivif 3 Kostrad ke Sidrap, yakni kegiatan bakti sosial, terjun penyegaran prajurit Kostrad Divisi 3, serta panen raya di wilayah Kelurahan Kanyuara.
Menurut Syaharuddin, Kabupaten Sidrap saat ini terus menunjukkan perkembangan sebagai salah satu daerah penghasil beras di Indonesia. Ia menyebut Sidrap telah masuk dalam pemetaan Kementerian Pertanian dan Bappenas sebagai salah satu daerah lumbung beras nasional.
“Sidrap terdaftar di Kementerian Pertanian dan Bappenas dan berada di urutan ke-21 dari 514 kabupaten di Indonesia sebagai lumbung beras di Indonesia,” ujar Syaharuddin.
Ia juga membandingkan produksi pertanian Sidrap dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, produksi gabah disebut berada di kisaran 400 ribu ton, sementara pada 2025 meningkat hingga sekitar 700 ribu ton.
Peningkatan produksi tersebut, kata Syaharuddin, turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidrap. Pertumbuhan ekonomi Sidrap pada 2025 mencapai 7,71 persen dan menjadi yang tertinggi di Sulawesi Selatan.
Hasil Panen Kanyuara Capai 9-10 Ton per Hektare
Dalam kegiatan panen raya tersebut, Pangdivif 3 Kostrad bersama Bupati Sidrap menyaksikan langsung proses penimbangan gabah hasil panen petani.
Syaharuddin menyebut, hasil penimbangan menunjukkan rata-rata berat gabah sekitar 130 hingga 140 kilogram per karung. Dengan produktivitas yang mencapai sekitar 9 hingga 10 ton gabah per hektare, nilai ekonomi yang diterima petani juga cukup besar.
“Berdasarkan keterangan ketua kelompok tani, hasilnya bisa mencapai sekitar Rp76 juta per hektare,” ungkapnya.


Khusus wilayah Kelurahan Kanyuara yang memiliki luas lahan sekitar 1.229 hektare, Syaharuddin menyebut potensi nilai produksi dalam sekali panen dapat mencapai sekitar Rp88 miliar.
“Artinya, petani di Kanyuara mampu menghasilkan sekitar Rp88 miliar dalam sekali panen,” jelasnya.

Kostrad Peduli, Bagikan 250 Paket Sembako

Sementara itu, Mayjen TNI Wulan Nur Yudhanto mengatakan, kehadiran Divisi 3 Kostrad di Bumi Nene Mallomo merupakan bagian dari tugas TNI untuk hadir di tengah-tengah masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Kostrad juga melaksanakan kegiatan sosial dengan menyerahkan sebanyak 250 paket sembako kepada masyarakat.
Selain bakti sosial, kunjungan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Terjun Penyegaran Statik Yonif 431/Satria Setia Perkasa tahun 2026.
Mayjen Wulan menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan dan pembinaan prajurit Kostrad. Pasukan yang mengikuti kegiatan penerjunan juga dipersiapkan untuk sejumlah agenda berikutnya, termasuk latihan bersama di Malaysia.
“Pasukan ini disiapkan untuk kegiatan penerjunan. Kemudian tanggal 26 akan berangkat ke Malaysia untuk melakukan kegiatan latihan bersama dengan Malaysia,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa unsur Kostrad lainnya tengah menjalankan tugas dan persiapan masing-masing, termasuk persiapan untuk penugasan ke Papua dan keberadaan pasukan di Wamena.
“Pasukan Kostrad ini memang pasukan tempur murni, berbeda dengan daerah kewirausahaan,” tegasnya.
Perkuat Kemitraan TNI dan Masyarakat
Mayjen Wulan menegaskan, kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan latihan dan kesiapan prajurit, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi serta kebersamaan dengan masyarakat.
Menurutnya, kemitraan yang kuat antara TNI dan masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan keamanan dan ketertiban.
“Saya yakin dengan hubungan yang baik antara TNI dan masyarakat, maka keamanan dan ketertiban masyarakat akan tercipta,” ujarnya.
Ia pun memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap beserta jajaran Forkopimda yang telah menerima prajurit Divisi 3 Kostrad dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Terkait pelaksanaan penerjunan yang sempat mengalami keterlambatan, Mayjen Wulan menegaskan bahwa keselamatan prajurit menjadi prioritas utama.
Ia menyebut faktor kondisi pesawat tidak dapat diabaikan karena berkaitan langsung dengan keselamatan personel.
“Kalau terkait kondisi pesawat, kami tidak bisa main-main karena ini menyangkut nyawa prajurit. Olehnya itu, mari kita sayang sama TNI. Tentu kami juga sayang terhadap masyarakat Sidrap,” pungkas Mayjen Wulan.

Turut hadir Dandim 1420 Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda Sekda Sidrap Andi Rahmat Saleh dan seluruh kepala OPD Sidrap Lurah Kanyuara dan masyarakat yang begitu ramai menyaksikan atraksi Para penerjun Payung dari prajurit Kostrad (UM)