Willem Wandik: Momentum Hari Kebangkitan Nasional Jadi Energi Baru Pembangunan Papua Pegunungan
PELOPORNEWS.Tolikara,— Pemerintah Kabupaten Tolikara memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, membangun optimisme masyarakat, dan meneguhkan semangat kebangkitan di tengah berbagai tantangan pembangunan, khususnya di wilayah Provinsi Papua Pegunungan.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini mengusung tema:
“Bangkit Bersama, Wujudkan Indonesia Kuat.”
Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa lahir dari persatuan, kerja keras, dan semangat gotong royong seluruh anak bangsa tanpa memandang perbedaan suku, budaya, agama, maupun wilayah geografis.
Bupati Tolikara, Willem Wandik,S.Sos, menegaskan bahwa semangat kebangkitan nasional harus dimaknai sebagai dorongan moral untuk terus membangun Papua Pegunungan agar semakin maju, aman, dan sejahtera.
Menurutnya, Papua Pegunungan saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari pembangunan infrastruktur dasar, pemerataan pendidikan, pelayanan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, hingga menjaga stabilitas keamanan dan persatuan sosial di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
Namun demikian, di balik berbagai tantangan tersebut, Papua Pegunungan juga menyimpan harapan dan potensi besar untuk berkembang menjadi wilayah yang kuat dan mandiri.
“Momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi titik refleksi bersama bahwa pembangunan Papua Pegunungan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, dan seluruh elemen bangsa untuk membangun tanah ini dengan damai dan penuh harapan,” ujar Willem Wandik,S.Sos.
Ia menambahkan bahwa masyarakat Papua Pegunungan dikenal memiliki semangat persaudaraan yang kuat serta budaya gotong royong yang menjadi modal sosial penting dalam mempercepat pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Tolikara menilai bahwa kebangkitan masyarakat Papua Pegunungan harus dimulai dari pembangunan sumber daya manusia. Pendidikan yang berkualitas, pelayanan kesehatan yang merata, serta pemberdayaan generasi muda menjadi prioritas utama dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik.
Selain itu, penguatan konektivitas wilayah dan pembangunan infrastruktur juga menjadi bagian penting untuk membuka akses ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah pegunungan yang masih menghadapi keterbatasan akses transportasi dan layanan publik.
Dalam suasana peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ini, Pemerintah Kabupaten Tolikara juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terpecah oleh berbagai isu yang dapat mengganggu keharmonisan sosial.
“Papua Pegunungan harus bangkit dengan semangat persaudaraan. Kita ingin melihat generasi muda Papua tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” lanjutnya.
Pemerintah Kabupaten Tolikara juga memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik, tenaga kesehatan, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh masyarakat yang terus bekerja dan mengabdi demi kemajuan Papua Pegunungan.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini diharapkan menjadi energi baru untuk memperkuat optimisme masyarakat bahwa Papua Pegunungan memiliki masa depan yang cerah apabila seluruh pihak mampu berjalan bersama dalam semangat persatuan dan pembangunan.
Semangat kebangkitan nasional juga menjadi pengingat bahwa perjuangan bangsa belum selesai. Tantangan zaman terus berubah, namun semangat untuk membangun Indonesia yang adil, maju, dan sejahtera harus terus menyala hingga ke pelosok negeri, termasuk di wilayah Papua Pegunungan.
“Dari kebangkitan lahir kekuatan, dari persatuan lahir kemajuan.”





