September 1, 2026

🚨 Hadapi El Nino Hingga 2027: Wabup Mamuju Tengah Tegaskan Kewajiban Swasta, Satgas Darurat Kekeringan & Karhutla Diperpanjang  

SGN_09_01_2026_1788260953088

MAMUJU TENGAH PELOPORNEWS— Menyadari dampak fenomena El Nino yang diprediksi masih berlangsung hingga awal tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah mengambil langkah tegas dengan memperpanjang masa penugasan Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Darurat Kekeringan dan Kebakaran Hutan serta Lahan (Karhutla). Keputusan ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan dan Sinergitas Penanganan Kekeringan serta Karhutla yang digelar di Aula A Kantor Bupati, Selasa (1/9/2026).

 

Rapat yang berlangsung pada hari pertama bulan September ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Askary Anwar, S.Sos., M.M.Si., didampingi Sekretaris Daerah Litha Febriani, Kepala Pelaksana BPBD, Kabag Operasi Polres, para kepala OPD terkait, serta jajaran pemerintah kecamatan dan desa.

⚠️ El Nino Belum Usai — Kesiapan Harus Menyeluruh

 

Wakil Bupati Askary menjelaskan, perpanjangan masa tugas Satgas diambil karena keterbatasan infrastruktur dan sumber daya yang ada, sementara tekanan iklim masih terus berlanjut. Ia menegaskan bahwa penanganan bencana ini bukan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan seluruh elemen:

 

“Kita harus siap. Kesiapan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Satgas saja, tetapi semua pemangku kepentingan — masyarakat, pemerintah desa, maupun perusahaan swasta.”

 

Pemerintah daerah telah menyusun strategi komprehensif yang mencakup ketersediaan air bersih hingga pencegahan kebakaran hutan dan lahan, untuk menjawab tantangan yang diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027.

🏢 Tegas ke Pihak Swasta: Wajib Berpartisipasi Sesuai Undang-Undang

 

Salah satu poin paling menonjol dalam rapat ini adalah penegasan Wabup Askary kepada pihak swasta:

 

“Saya tadi agak tegas kepada pihak swasta. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, perusahaan swasta wajib membantu upaya penanggulangan kekeringan dan kebakaran. Di antaranya mempersiapkan armada pemadam kebakaran dan peralatan teknis yang dibutuhkan — karena semuanya telah diatur dalam undang-undang.”

 

Partisipasi swasta dinilai sangat krusial untuk memperkuat kapasitas penanganan bencana di tengah keterbatasan sumber daya daerah.

 

💧 Target Ketersediaan Air: Dari 35 Menjadi 40–50 Liter/Detik

 

Fokus utama saat ini adalah ketersediaan air bersih. Saat ini, kapasitas sumber air yang tersedia baru mencapai 35 liter per detik. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan menjadi 40 hingga 50 liter per detik guna menjangkau kebutuhan masyarakat di wilayah perkotaan sekaligus mendistribusikannya ke 39 desa terdampak kekeringan.

 

Dari total 54 desa di Kabupaten Mamuju Tengah, sebanyak 39 desa telah tercatat mengalami dampak kekeringan akibat El Nino yang berkepanjangan — angka yang menunjukkan betapa luasnya wilayah yang membutuhkan penanganan segera.

 

🤝 Semua Pihak Harus Bersatu Hadapi Tantangan

 

Dengan perpanjangan masa tugas Satgas dan strategi yang telah disusun, pemerintah daerah mengajak seluruh lapisan masyarakat, pemerintah desa, dan dunia usaha untuk bergotong royong. Tidak boleh ada pihak yang merasa tidak terlibat — karena dampak El Nino ini dirasakan bersama, dan penanganannya pun harus menjadi tanggung jawab bersama.