Juli 24, 2026

Gara-gara Kue, Ketua DPRD Bone Dilapor Polisi: Wajah Staf Dilumuri Kue, Disiram Air hingga Dilempar Botol Saus  

SGN_07_23_2026_1784798502638

BONE – Pelopornews – Dunia perpolitikan dan birokrasi Kabupaten Bone diguncang kasus yang memicu kemarahan publik. Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong kini menjadi sorotan tajam setelah dilaporkan ke kepolisian atas dugaan penganiayaan terhadap seorang staf PPPK, Yuli Novita Sari. Insiden memalukan itu terjadi di area kantin Kantor DPRD Bone, Rabu (22/7/2026).

 

Video pengakuan korban yang beredar luas di media sosial memicu gelombang reaksi. Dalam rekaman tersebut, Yuli dengan gamblang menceritakan detik-detik mencekam yang dialaminya. Ia mengaku dipanggil ke kantin, namun bukannya menerima penjelasan, wajahnya justru dilumuri kue dari wadah bosara, disiram air mineral, hingga dilempari botol minum dan botol saus.

 

“Satu bosara kue dilempar ke mukaku, disiram air, lalu dilempar botol dan botol lombok. Padahal saya rasa tidak ada salah,” ungkap Yuli dengan nada getir.

 

Usai menjalani pemeriksaan medis dan visum untuk melengkapi bukti, Yuli resmi melayangkan laporan ke Polres Bone. Kasat Reskrim telah membenarkan penerimaan laporan dugaan penganiayaan tersebut.

 

Menanggapi viralnya kasus ini, Andi Tenri Walinonong yang juga politisi Partai Gerindra memberikan tanggapan yang membantah versi korban. Ia mengakui kejadian itu ada, namun menolak tudingan melempar wadah kue ke wajah stafnya.

 

“Kalau saya yang cerita nanti dikira saya memutarbalikkan fakta. Apa yang disampaikan Yuli tidak sesuai kejadian sebenarnya,” ujar Andi Tenri melalui pesan singkat.

 

Ia bahkan menyebutkan ucapannya dengan logat lokal, “Utimpu bawang beppa karena madacco sekali” (Saya sumpal saja kue ke mulutnya karena kurang ajar sekali), namun menegaskan tidak ada pemukulan atau pelemparan ke tubuh korban. “Melemparkan memang tapi ke tanah, bukan ke dia,” bantahnya.

 

Meski membantah, Andi Tenri menyatakan sikap pasrah dan siap menghadapi proses hukum. “Ketemu saja di kantor atau biarkan proses berjalan,” tambahnya.

 

Kasus ini kini menjadi perbincangan hangat warganet. Video tersebut telah dibagikan ratusan kali. Sebagian pihak menyayangkan sikap yang dianggap tidak pantas bagi pemimpin lembaga legislatif, sementara yang lain berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga dan membawa efek jera melalui jalur hukum yang transparan.