Bupati Arsal Aras Buka Workshop Sawit: Soroti Ketimpangan Harga CPO & Tegaskan Pentingnya Data Lahan Akurat
MAMUJU TENGAH PELOPORNEWS— Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah mengambil langkah tegas dan strategis dalam mengelola industri kelapa sawit di wilayahnya. Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Arsal Aras, SE., M.Si., secara resmi membuka Workshop Penyusunan Rencana Aksi Daerah Bidang Kelapa Sawit, Selasa (8/9/2026). Kegiatan ini menjadi tonggak penting untuk menyusun langkah strategis pengembangan sekaligus pengawasan industri sawit yang transparan dan berkeadilan.

⚠️ Bupati Soroti Praktik Manipulasi Harga CPO Selama 30 Tahun: Negara Rugi Besar!
Dalam sambutannya, Bupati Arsal Aras langsung menyoroti persoalan nasional yang mendasar dan merugikan keuangan negara selama puluhan tahun — dugaan manipulasi harga CPO.
“Selama kurang lebih 30 tahun, ada permainan tersebut. CPO dikirim ke Singapura hanya sekadar dokumen, lalu dijual kembali dengan harga dua kali lipat lebih tinggi. Akibatnya, negara kehilangan pendapatan pajak yang sangat besar.”

Ia menjelaskan, pelaku usaha diduga menjual produk ke luar negeri dengan harga terendah ke perusahaan yang masih satu kepemilikan, lalu dijual kembali dengan harga jauh lebih tinggi — sehingga pajak yang diterima negara menjadi sangat minim.
Selain itu, Bupati juga mengangkat persoalan meluasnya lahan sawit yang melebihi izin yang diberikan, bahkan masuk ke kawasan hutan, yang mencapai sekitar 4,7 juta hektar secara nasional. Persoalan ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah melihat potensi besar yang ada di daerah.
📊 Data Akurat adalah Kunci — 36 Ribu Hektar Masih Berupa Dugaan
Bupati menekankan pentingnya data yang akurat dan terverifikasi terkait luasan lahan kelapa sawit di Mamuju Tengah. Saat ini, angka yang ada masih berupa dugaan sekitar 36 ribu hektar, padahal data yang pasti menjadi dasar utama dalam perhitungan bagi hasil, penyusunan kebijakan, hingga pembangunan infrastruktur.
“Kita tidak bisa berdebat dengan Pemerintah Pusat jika data kita tidak jelas. Melalui kegiatan pendataan tersebut, kita ingin tahu berapa luas yang benar-benar ada, baik perkebunan inti, plasma, maupun masyarakat.”
📋 Rencana Aksi Daerah Jadi Acuan Pembangunan Masa Depan
Bupati mengapresiasi penyusunan Rencana Aksi Daerah tersebut dan berharap dokumen ini segera selesai dan menjadi acuan yang tepat sasaran untuk membangun di masa depan — termasuk pembangunan infrastruktur jalan yang menjangkau wilayah perkebunan.
Ia juga meminta dukungan dan masukan dari seluruh pihak — mulai dari perusahaan, instansi terkait, hingga pemerintah desa — agar seluruh data dan kebijakan yang disusun berjalan akurat, transparan, dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Mamuju Tengah.
🤝 Dihadiri Berbagai Pihak — Sinergi untuk Sawit yang Berkeadilan
Kegiatan workshop ini dihadiri langsung oleh Bupati Mamuju Tengah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Mamuju Tengah, Konsultan dari Universitas Tadulako, perwakilan BPS, pimpinan perusahaan sawit, serta perangkat daerah terkait.





