Listrik Masuk Sawah: Solusi El Niño, Bupati Sidrap Pastikan Sawah Bangkai Tetap Hijau & Produktif
SIDRAP — Di tengah teriknya musim kemarau dan ancaman El Niño yang kerap mematikan harapan petani, Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, turun langsung ke lapangan memastikan sawah tetap hidup dan produktif. Selasa (8/9/2026), ia meninjau kawasan persawahan Toddang Bojo, Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu — wilayah yang dulunya identik dengan nasib buruk saat musim kering.
🌾 Dulu Hujan Turun Baru Bisa Tanam, Kini Berkat Listrik Sawah Tetap Hijau
Kawasan Toddang Bojo dulunya adalah persawahan tadah hujan murni. Saat kemarau tiba, petani terpaksa berhenti bercocok tanam karena kekeringan. Namun kini, wajah pertanian di sana berubah total. Tanaman padi varietas Inpari 32 tetap tegak dan hijau meski matahari bersinar terik.
“Dulu Toddang Bojo ini sawah tadah hujan. Kalau musim kemarau pasti gagal panen. Tapi Alhamdulillah, kita bersyukur dengan program Listrik Masuk Sawah,” ujar Syaharuddin di sela peninjauan di Perkampungan Batu Pute.
Bupati menegaskan, kehadiran air dari sumur bor bertenaga listrik sudah menjadi penyelamat. Meski debit air tidak besar, ketersediaannya terus mengalir dan cukup untuk menjaga tanaman padi tetap hidup.
“Saya sengaja berkunjung ke Batu Pute. Satu bulan yang lalu saya sudah datang, dan sekarang pelan-pelan airnya tetap ada walaupun sedikit. Itu sudah sangat membantu petani bertahan,” tambahnya.
💧 Bantuan Sumur Bor Siap Disalurkan, 24 Unit Direncanakan Hingga 2027
Pemkab Sidrap tidak berhenti di satu langkah. Untuk memperkuat ketersediaan air di kawasan tersebut, disiapkan bantuan sumur bor bagi kelompok tani setempat:
✅ Tahap ini: 8 kelompok tani menerima bantuan sumur bor berukuran 3 inci, disalurkan melalui masing-masing lurah.
✅ Tahun 2027: Program dilanjutkan — setiap kelompok tani akan mendapat tiga unit sumur bor tambahan.
✅ Total: 24 unit sumur bor direncanakan tersebar di 8 kelompok tani kawasan Batu Pute.
🤝 Sinergi Kuat Jaga Ketahanan Pangan
Kunjungan kerja Bupati juga dirangkaikan dengan peninjauan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut. Turut hadir Anggota DPRD Komisi III, jajaran OPD terkait, Camat Watang Pulu, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Langkah nyata ini membuktikan bahwa infrastruktur dasar — listrik, jalan, dan air — adalah kunci utama pertanian yang tangguh, bahkan di tengah cuaca ekstrem sekalipun.





