Februari 10, 2026

Munas JMSI: Menyongsong Era Baru Jurnalisme di Tengah Badai Digital

IMG-20250622-WA0010

Jakarta, Pelopornews – Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Hotel The Acacia, Jakarta. Bukan sekadar acara rutin, Munas ini terasa istimewa. Hadirnya tokoh-tokoh nasional terkemuka, seperti Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., Wakil Menteri Komunikasi dan Digitalisasi Dr. Nezar Patria, dan Wakil Ketua Dewan Pers Dr. Toto Sufyanto, serta figur berpengaruh lainnya seperti Adi M. Masardi (Juru Bicara Presiden Ke-4 RI), Dr. Hendri Satrio, dan Abdullah Rasyid (Staf Khusus Menkumham), menandakan pentingnya peran JMSI dalam lanskap media Indonesia.

Ketua Panitia Munas, Herwan Acong, menyatakan rasa syukur atas partisipasi peserta dari seluruh Indonesia. “Kehadiran kalian semua adalah energi positif bagi JMSI untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam menciptakan ekosistem media yang sehat,” tegasnya. Acong juga menekankan komitmen JMSI dalam mendukung kehidupan bernegara yang demokratis dan pembangunan nasional.

 

Namun, di tengah euforia pembukaan, Ketua Umum JMSI, Dr. Teguh Santosa, mengajukan pertanyaan krusial yang menggema di era digital: Masih relevankah perusahaan media di tengah banjir informasi di media sosial? Pertanyaan retoris ini menantang peserta Munas untuk merefleksikan peran vital jurnalisme profesional di tengah arus informasi yang tak terbendung.

Lebih jauh, Teguh Santosa menyoroti tantangan era kecerdasan buatan (AI) dalam produksi konten. Ia mengungkapkan pengalaman pribadinya membuat video dengan suara tokoh-tokoh nasional menggunakan AI, yang kemudian dibatalkan karena pertimbangan etika. “Walau isinya baik, tapi tetap saja belum tentu mereka setuju,” ujarnya bijak.

 

Munas JMSI bukan sekadar pemilihan ketua umum. Agenda penting lainnya adalah peninjauan kembali Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, menunjukkan komitmen JMSI untuk memperkuat fondasi kelembagaan. Selama dua hari ke depan, para peserta akan merumuskan arah strategis JMSI dalam menghadapi tantangan media digital, dengan visi untuk menjaga eksistensi Indonesia di panggung global, sejalan dengan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto. Munas ini menjadi tonggak penting bagi JMSI untuk menentukan arah jurnalisme Indonesia di masa depan. (HrM)