Januari 17, 2026

Warga Morowali Utara kembali Desak KPK, Tuntut usut dugaan Korupsi Miliaran Rupiah

SGN_06_18_2025_1750251823823 (1)

Jakarta Pelopornews – Ratusan warga Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Rabu (18/6/2025). Aksi ini merupakan buntut demonstrasi serupa di Mabes Polri dan Kejaksaan Agung pada Senin (16/6/2025). Aliansi Rakyat Anti Korupsi dan Peduli Pembangunan Morowali Utara (ARAK-P2MU) menuntut KPK mengusut dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, dan mantan Ketua DPRD Morowali Utara, Megawati Ambo Assa.

 

Koordinator aksi, Burhanuddin Hamzah, menyerahkan laporan pendahuluan yang berisi sejumlah dugaan penyelewengan, termasuk dugaan korupsi rehabilitasi rumah jabatan bupati dan wakil bupati (2021), penyalahgunaan dana bansos Covid-19 (2020), korupsi dana PEN (2022), dan penyalahgunaan wewenang penerbitan izin lokasi perkebunan sawit kepada PT Cipta Agro Sakti (CAS).

 

Yan Paulus Mbaloto, orator lainnya, menekankan bahwa para demonstran adalah warga Morowali Utara asli dan mendesak KPK menjadikan Morowali Utara sebagai target khusus investigasi, khususnya terkait penggunaan dana PEN senilai Rp200 miliar. Ia mempertanyakan perlunya pinjaman dana PEN di daerah kaya penghasil nikel tersebut.

 

Lima tuntutan utama ARAK-P2MU meliputi: pengusutan dugaan penyalahgunaan wewenang Bupati terkait izin PT CAS; pengusutan dugaan pelanggaran hukum oleh PT CAS; penggunaan dana PEN 2022; rehabilitasi rumah jabatan bupati dan wakil bupati; dan penggunaan dana bansos Covid-19 tahun 2020.

 

Dua perwakilan ARAK-P2MU telah diterima KPK dan menyerahkan laporan tertulis. Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari KPK, Mabes Polri, maupun Kejaksaan Agung RI.  (*)