Januari 18, 2026

Solidaritas Petani Penggarap di Lahan PT Buls Sidrap: Menjaga Kondusifitas, Menolak Provokasi

IMG-20260106-WA0216

PELOPORNEWS.INFO,SIDRAP — Komitmen menjaga ketenangan dan keharmonisan sosial kembali ditunjukkan masyarakat petani penggarap di kawasan lahan seluas 6.000 hektare milik PT Buls. Sekitar seratus warga dari dua kelompok petani—yang telah menggarap lahan selama bertahun-tahun—berkumpul secara swadaya di kantor pusat PT Buls di wilayah Bila Riase dan Barukku, Kecamatan Pitu Riase. Pertemuan ini lahir dari kesadaran bersama untuk merawat kebersamaan, bukan karena tekanan pihak mana pun.

Dua kelompok yang hadir dikenal sebagai kelompok H. Polli dan kelompok Hj. Hasnah. Tercatat sekitar 40 petani dari 20 kepala keluarga dipercaya mengelola hamparan lahan produktif yang sebagian besar telah ditanami jagung, sawit, dan padi—komoditas yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga. Banyak di antara mereka berasal dari luar daerah, datang dengan harapan sederhana: bekerja jujur sebagai petani penggarap dan menafkahi keluarga.

Perwakilan masyarakat, Ikhsan dan Baharuddin (H. Polli), menegaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan memperkuat komunikasi dan memastikan seluruh pihak tetap berjalan di koridor aturan yang berlaku. “Kami ingin suasana tetap kondusif. Lahan ini sumber penghidupan, bukan arena konflik,” ujar Ikhsan.

Ketenangan itu sempat terusik oleh beredarnya sebuah video di TikTok yang dinilai memuat narasi provokatif dan berpotensi mengadu domba sesama petani penggarap dengan kebijakan internal perusahaan maupun pemerintah. Konten tersebut, menurut sejumlah pihak, diskenariokan untuk memancing emosi dan mendorong perlawanan yang justru merugikan masyarakat sendiri.

Direktur PT Buls, Putra Wahyu, menyampaikan bahwa perusahaan membuka ruang dialog dan mengedepankan penyelesaian persuasif. “Keberlanjutan usaha dan kesejahteraan petani hanya bisa terjaga bila semua pihak menahan diri dan berpegang pada kesepakatan,” tegasnya.

Dukungan pengamanan dan imbauan kamtibmas turut disampaikan jajaran Polsek Pitu Riase yang dipimpin Ade Luthfi. Kapolsek mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta tetap menjaga harmoni dalam mencari rezeki di kawasan tersebut.

Sikap tegas juga datang dari Ketua Dewan, Andi Syukri Baharman, yang menilai konten di media sosial itu jelas berpotensi memecah belah.

Ia menekankan pentingnya literasi informasi dan kebijaksanaan publik agar keamanan yang selama ini terjaga tidak dirusak oleh provokasi segelintir oknum.

Pertemuan itu menutup dengan kesepakatan moral: menolak hasutan, menguatkan komunikasi, dan menempatkan persaudaraan sebagai fondasi.

Di lahan yang telah memberi kehidupan, para petani memilih berdiri bersama—menjaga kondusifitas hari ini demi panen yang berkelanjutan esok hari.