April 18, 2026

Tangis Pilu Seorang Janda: Cita-Cita Fikran Menjadi Tentara Kandas di Tengah Jalan

IMG_20260204_114023

POLMAN  PELOPORNEWS– Di balik dinding rumah yang sederhana, Darma hanya bisa tertunduk lesu dengan mata berkaca-kaca. Hatinya hancur berkeping-keping saat mengetahui putra tercintanya, Fikran, tak lagi diizinkan menginjakkan kaki di Madrasah Tsanawiyah (MTs) DDI Basseang, Polewali Mandar.

Fikran dikeluarkan dari sekolahnya. Sebuah kabar yang bak petir di siang bolong bagi Darma, seorang ibu tunggal yang selama ini berjuang sendirian demi masa depan anaknya. Ia mengaku sangat kecewa karena keputusan berat itu diambil tanpa ada pembicaraan mendalam sebelumnya dengan dirinya.

 

“Jelas saya sangat kecewa. Mestinya gurunya menyampaikan langsung kepada saya sebelum mengambil keputusan ini,” tutur Darma dengan suara bergetar, menyesali ketiadaan komunikasi yang membuatnya merasa tak punya kesempatan untuk memperbaiki keadaan.

 

Bagi Darma yang kini berstatus janda, Fikran adalah tumpuan harapan dan satu-satunya alasan ia terus bertahan menghadapi kerasnya hidup. Fikran punya mimpi besar yang sering ia ceritakan kepada ibunya: mengenakan seragam loreng dan mengabdi pada negara sebagai seorang Tentara.

 

Namun kini, mimpi indah itu seolah sirna dalam sekejap. Dengan dikeluarkannya Fikran dari sekolah, impian untuk melihat putranya meraih baret hijau atau merah itu terasa semakin menjauh dan nyaris pupus.

“Anak saya bercita-cita jadi Tentara. Tapi sekarang, sekolahnya terhenti. Saya takut masa depannya hancur begitu saja,” ungkapnya sambil menyeka air mata.

 

Kini, Darma hanya bisa berharap pada keajaiban. Di tengah keterbatasan ekonomi dan dukanya sebagai orang tua tunggal, ia sangat mendambakan uluran tangan dari pihak manapun yang peduli. Ia berharap ada pintu yang kembali terbuka agar Fikran bisa melanjutkan sekolah, demi masa depan yang lebih baik dan demi janji seorang anak yang ingin membanggakan ibunya.

 

Mari kita bantu Fikran kembali ke sekolah. Jangan biarkan mimpi seorang anak bangsa padam hanya karena sebuah kesalahan yang mungkin masih bisa diperbaiki. (Tim)