Tragedi di Tambang Bone: Tebing Longsor Timpa Excavator, Operator Muda Tewas Tertimbun
BONE – Pelopornews – Duka mendalam menyelimuti dunia pertambangan di Kabupaten Bone. Sebuah kecelakaan kerja tragis terjadi di lokasi galian tambang golongan C, Dusun II Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo, Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.
Irpan (32 tahun), operator alat berat warga BTN Azzahra, Kelurahan Watang Palakka, menjadi korban nyawa setelah excavator Hitachi ZX200 yang dikemudikannya tertimbun ratusan ton material tanah dan batu akibat longsoran tebing yang tiba-tiba.
Saat kejadian berlangsung, Irpan sedang melakukan pengerukan material di area tambang untuk dimuat ke dalam truk. Tanpa peringatan yang cukup, struktur tebing di sisi lokasi pekerjaan runtuh seketika. Tanah bercampur batu besar langsung meluncur dan menghantam kabin alat berat tersebut.
Diduga sempat menyadari bahaya, Irpan berusaha melompat keluar dari kabin untuk menyelamatkan diri. Namun nasib berkata lain, longsoran bergerak terlalu cepat dan menutup seluruh ruang gerak sebelum ia sempat keluar.
Rekan kerja yang menyaksikan peristiwa itu bergegas melakukan upaya pertolongan. Namun saat tumpukan material berhasil disingkirkan, Irpan sudah tak bernyawa. Jenazah korban kemudian dievakuasi dengan penuh duka menuju rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga.
Menanggapi kejadian tersebut, Kapolsek Barebbo, AKP Muhlis, segera turun ke lokasi bersama unsur Tripika kecamatan guna memastikan penanganan berjalan tertib.
“Kami telah mendatangi TKP, melakukan pendataan lengkap, serta mencatat keterangan para saksi mata. Penyelidikan awal terus digali untuk memastikan kronologi yang utuh,” ungkap AKP Muhlis dalam laporannya.
Pihak kepolisian juga mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pelaku usaha tambang dan pekerja. Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3) harus menjadi prioritas utama di setiap detik operasional.
“Kondisi lereng dan struktur tambang wajib diperiksa secara berkala dan ketat. Jangan sampai kecerobohan atau kelalaian dalam pengawasan memakan korban nyawa lagi,” tegasnya.
Hingga kini kasus masih dalam tahap penyelidikan untuk mengetahui apakah ada kelalaian prosedur kerja yang menjadi pemicu utama musibah ini.





