Bupati PPU Dorong Petani Labangka Barat Raih Swasembada Pangan, Ibarat “Batalyon Pembangunan” Menuju Desa Mandiri!
Desa Labangka Barat, Babulu, PPU Pelopornews – Minggu (3/8/2025) menjadi saksi bisu semangat juang para petani Desa Labangka Barat. Bupati PPU, Mudyat Noor, tak menyangka kunjungan silaturahmi ke kelompok tani “Hidup Baru” di hari Minggu ini justru menjadi momentum penting. Di tengah guyuran hujan yang dianggap sebagai berkah, Bupati Mudyat mengungkapkan kekagumannya pada potensi pertanian, perkebunan, dan perikanan di wilayah ini. Lebih dari sekadar kunjungan, ini adalah deklarasi nyata untuk mendorong peningkatan kesejahteraan petani.
Bukan hanya basa-basi, Bupati Mudyat langsung menyoroti rendahnya produktivitas padi, hanya 3-4 ton per hektar, jauh di bawah rata-rata nasional. “Kita harus ubah ini!” tegasnya. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas bibit, modernisasi teknik tanam, dan optimalisasi hasil panen. Targetnya jelas: meningkatkan produktivitas hingga menyamai daerah lain yang mampu mencapai 10-13 ton per hektar!
Dukungan nyata pun dijanjikan. Pemkab PPU siap memfasilitasi petani melalui pembinaan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan program strategis. Lebih mengejutkan lagi, Bupati mengungkapkan pembentukan “Batalyon Pembangunan” yang terdiri dari 1.300 personel lintas sektor, termasuk pertanian, perikanan, dan kesehatan – sebuah komitmen nyata terhadap ketahanan pangan nasional, sejalan dengan visi Presiden Prabowo. Kerja sama dengan akademisi dari UGM, IPB, dan Unmul pun digalang untuk mendorong inovasi pertanian.
Bupati Mudyat juga mengajak generasi muda untuk bangga menjadi petani. “Ini pekerjaan mulia!” serunya. Ia mengajak semua pihak untuk bahu-membahu mengatasi tantangan pertanian, mengingatkan agar petani tak mudah menyerah dan terus berkoordinasi dengan pemerintah. Pesan penutupnya sederhana namun bermakna: “Di mana ada niat, di situ pasti ada jalan!”
Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto, menambahkan kabar gembira. Bantuan irigasi dari BPS segera rampung, dan sumur bor diharapkan mampu mengatasi masalah air. Namun, ia mengakui masih banyak yang perlu dibenahi, terutama infrastruktur jalan usaha tani. Ia pun mengajak petani aktif menyampaikan kebutuhan dan kendala melalui Musrenbang.
Acara diakhiri dengan dialog dan diskusi yang hangat, serta penyerahan bantuan simbolis dari Pemkab PPU. Hujan deras yang mengiringi acara seakan menjadi simbol berkah dan semangat baru bagi para petani Labangka Barat untuk mewujudkan desa mandiri yang sejahtera. Ini bukan sekadar berita, ini adalah kisah inspirasi menuju swasembada pangan!





