Gelombang Penolakan Tambang Emas di Enrekang Memuncak, Ribuan Warga Turun ke Jalan
Enrekang Pelopornews– Demonstrasi besar-besaran terhadap rencana pertambangan emas di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, kembali terjadi. Ribuan warga yang tergabung dalam Masyarakat Lingkar Tambang menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Enrekang, Rabu (24/12/2025).

Massa aksi yang terdiri dari berbagai kalangan menuntut pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) CV Hadap Karya Mandiri. Mereka kecewa atas lambatnya respons Pemerintah Daerah (Pemkab) dan DPRD Enrekang yang belum memenuhi janji untuk melakukan kajian dampak lingkungan dan aspirasi warga.
**Penolakan Tambang Emas: Dampak Lingkungan, Identitas Budaya, Kesejahteraan Lokal, dan Pelanggaran Prosedur**

Warga menolak tambang emas karena khawatir akan dampak lingkungan, rusaknya identitas budaya, dan pelanggaran prosedur. Mereka juga merasa bahwa hasil pertanian dan peternakan saat ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa perlu adanya tambang.
Menurut Jenderal Lapangan aksi, Sul, “Kami sebagai masyarakat dari empat desa dan satu kelurahan tentu kecewa atas ketidakpedulian Pemerintah Daerah dan Legislatif. Aspirasi kami seolah terabaikan dan tidak diakomodasi sebagaimana yang diharapkan.”
**Peringatan Kegaduhan yang Lebih Besar**

Tokoh pemuda setempat memperingatkan bahwa Enrekang akan semakin gaduh jika tuntutan pencabutan IUP ini terus diabaikan. Mereka menuntut agar DPRD dan Bupati Enrekang segera mengirimkan surat rekomendasi resmi kepada Menteri ESDM untuk membatalkan izin perusahaan tersebut.( Adnan )




