KRONOLOGI LENGKAP & MENGGEGARKAN.! Jejak Kasus Bibit Nanas Rp60 Miliar yang Seret PJ Gubernur Sulsel
MAKASSAR PELOPORNEWS – Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber terpercaya serta hasil penelusuran mendalam tim media ini, berikut kami paparkan rangkaian kronologi lengkap kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas Tahun Anggaran 2024 senilai Rp 60 Miliar.
Penyajian data ini bertujuan agar masyarakat dapat memahami secara utuh alur peristiwa, mulai dari awal kemunculan masalah hingga akhirnya menyeret nama Penjabat (PJ) Gubernur Sulawesi Selatan sebagai tersangka dan ditahan.
📅 SEPTEMBER 2024: Awal Mula Munculnya Isu
Kasus ini mulai mencuat ketika muncul laporan dan dugaan adanya kejanggalan dalam proses penganggaran serta pelaksanaan program pengadaan bibit nanas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Masyarakat dan berbagai pihak mulai mempertanyakan transparansi, mengingat nilai anggaran yang sangat besar namun mekanisme pelaksanaannya dinilai tidak sesuai prosedur yang berlaku.
📅 DESEMBER 2025: Penyidikan Resmi Dimulai
Setelah melalui proses penyelidikan yang panjang, pengumpulan barang bukti, dan pemeriksaan saksi-saksi, penegak hukum akhirnya mengambil langkah hukum tegas.
– 16 Desember 2025: Diterbitkan Surat Perintah Penyidikan.
– 17 Desember 2025: Dikeluarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).
– Fokus Kasus: Penyidik mulai mendalami dugaan penyalahgunaan wewenang, pemalsuan data, hingga aliran dana yang diduga tidak tepat sasaran meski anggaran sudah terserap sangat besar.
📅 APRIL 2026: Puncak Drama, PJ Gubernur Ditetapkan & Ditanah
Bulan ini menjadi titik balik yang mengejutkan. Berdasarkan hasil gelar perkara dan temuan bukti yang cukup:
– Penetapan Tersangka: PJ Gubernur Sulawesi Selatan resmi ditetapkan sebagai tersangka utama dalam kasus ini.
– Proses Hukum: Beliau diperiksa secara intensif oleh tim penyidik.
– Penahanan: Setelah proses hukum berjalan, status ditingkatkan dan beliau resmi ditanah (ditahan) untuk kepentingan penyidikan yang lebih mendalam dan mencegah kemungkinan penghilangan bukti.
💰 DETAIL KASUS: Anggaran Fantastis vs Realisasi
Yang membuat kasus ini menjadi sorotan tajam adalah nilai anggaran yang sangat besar mencapai Rp 60 Miliar pada APBD 2024, yang dikelola melalui Dinas terkait.
Dugaan sementara menyebutkan adanya ketidaksesuaian yang mencolok antara:
✅ Jumlah anggaran yang digelontorkan.
✅ Jumlah bibit yang sebenarnya didistribusikan ke masyarakat.
✅ Kualitas bibit yang diterima petani.
🤝 DAMPAK BERKEMBANG: Nama Besar Mulai Terseret
Kasus ini kini melebar. Tidak hanya menyeret eksekutif, nama-nama besar di legislatif juga mulai dipanggil.
– Sejumlah mantan pimpinan dan anggota DPRD Sulsel periode 2019-2024 mulai dimintai keterangan sebagai saksi, termasuk tokoh seperti Syaharuddin Alrif dan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari.
– Mereka diminta menjelaskan mekanisme pembahasan anggaran saat itu, mengingat nilainya sangat fantastis namun dinilai tidak pernah dibahas secara spesifik di tingkat pimpinan.
🚨 KESIMPULAN
Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa hukum terus berjalan. Dari awal kemunculan isu tahun 2024, berlanjut penyidikan di akhir 2025, hingga penangkapan besar-besaran di tahun 2026, masyarakat menanti kejelasan penuh ke mana mengalirnya uang rakyat tersebut.




