LUAR BIASA..! Sidrap Sabet Posisi Runner Up Nasional, Lumbung Pangan Indonesia yang Tak Tertandingi
SIDRAP PELOPORNEWS – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali mengukir sejarah emas di mata nasional. Daerah ini kini resmi diakui sebagai Terbaik Kedua di Seluruh Indonesia dalam hal penyerapan gabah/beras oleh Perum Bulog. Capaian gemilang ini diumumkan secara resmi saat kegiatan panen perdana program cetak sawah baru di Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng, Selasa (14/4/2026).
Pencapaian ini membuktikan bahwa Sidrap bukan sekadar penghasil padi, melainkan penopang utama ketahanan pangan negara yang konsisten memberikan kinerja di atas ekspektasi.
Melampaui Target, Angka Fantastis Tercipta
Pimpinan Cabang Bulog Sidrap, Ivan Faisal, membeberkan data membanggakan tersebut. Pada tahun 2025 lalu, target penyerapan yang ditetapkan adalah 77.700 ton setara beras. Namun, berkat produktivitas petani yang luar biasa, realisasinya tembus hingga 86.831 ton.
“Realisasi kita melampaui target. Ini bukti nyata bahwa sektor pertanian di Sidrap sangat solid, produktif, dan terus tumbuh,” ujar Ivan dengan bangga.
Memasuki tahun 2026, tantangan semakin besar namun semangat semakin membara. Bulog kembali menaikkan target menjadi 107 ribu ton. Dan yang mengejutkan, hingga pertengahan tahun ini, realisasi penyerapan sudah mencapai angka 55 persen. Dengan tren positif ini, Ivan sangat optimis target tersebut kembali akan dipatahkan.
Transformasi Lahan Tidur Menjadi Sawah Subur
Keberhasilan ini tentu bukan kebetulan semata. Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, Sidrap terus bertransformasi menjadi lumbung pangan modern.
Salah satu kunci suksesnya adalah penerapan teknologi pertanian canggih seperti pola tanam IP 300, yang memungkinkan petani bisa panen hingga tiga kali dalam setahun.
Selain itu, gebrakan nyata terus dilakukan melalui program Cetak Sawah Baru. Lahan-lahan kritis dan tidur diubah menjadi hamparan sawah hijau yang produktif. Upaya ini merupakan kontribusi nyata Sidrap untuk mendukung target nasional produksi beras sebesar 4 juta ton.
“Sidrap kini semakin diperhitungkan. Kami tidak hanya bicara soal kuantitas, tapi juga konsistensi dalam memenuhi kebutuhan pangan bangsa,” tegas Syaharuddin.
Dengan berbagai inovasi dan sinergi yang terjalin erat, Sidrap semakin kokoh berdiri sebagai salah satu daerah unggulan yang menjaga stabilitas pangan Indonesia.





