April 15, 2026

NasDem Sidrap Tegaskan Sikap: Tolak Narasi Manipulatif yang Rugikan Demokrasi

Screenshot_20260415-162033

PELOPORNEWS.SIDRAP, BKM — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Sidrap menyampaikan pernyataan sikap tegas terkait pemberitaan sejumlah media yang dinilai tidak profesional dan tidak berimbang dalam mengkritik Partai NasDem.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung Ketua DPD II Partai NasDem Sidrap Samsu Marlin saat memimpin rapat konsolidasi bersama jajaran pengurus, Selasa (15/4/2026), sebagai respons atas dinamika politik nasional serta langkah-langkah strategis yang diambil Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem.

Dalam forum tersebut, DPD NasDem Sidrap menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi.

Namun, kritik yang tidak dilandasi prinsip jurnalistik yang profesional dan berimbang justru berpotensi menyesatkan opini publik.

“Kami tidak anti kritik. Namun kami menolak keras pemberitaan yang tidak mengedepankan prinsip cover both sides, tidak berbasis fakta utuh, dan cenderung menggiring opini,” tegas Ketua DPD NasDem Sidrap.

Lebih lanjut, DPD NasDem Sidrap juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah politik yang diambil DPP Partai NasDem dalam menjaga marwah demokrasi serta konsistensi perjuangan partai sebagai representasi aspirasi rakyat.

Menurutnya, setiap kebijakan dan arah politik yang ditetapkan DPP merupakan hasil pertimbangan matang demi kepentingan bangsa dan negara, bukan sekadar kepentingan kekuasaan sebagaimana yang kerap dipersepsikan secara sempit oleh sebagian media.

Adapun pernyataan sikap yang dibacakan dalam rapat tersebut memuat sejumlah poin penting sebagai berikut:

PERNYATAAN SIKAP TEGAS DAN TERBUKA
DPD PARTAI NASDEM KABUPATEN SIDRAP
“Melawan Framing Menyesatkan, Menjaga Martabat Demokrasi”

1. Menolak Framing yang Menyesatkan
DPD NasDem Sidrap menilai sejumlah pemberitaan telah bergeser dari kritik konstruktif menjadi framing tendensius yang menggiring opini, mengandung penghakiman sepihak, serta menyederhanakan realitas politik secara berbahaya.

2. Mengecam Narasi yang Merendahkan Partai Politik
Penggambaran partai politik dengan metafora yang tidak proporsional dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap institusi demokrasi. Partai politik ditegaskan sebagai wadah perjuangan ide, gagasan, dan aspirasi rakyat, bukan entitas bisnis.

3. Kebebasan Pers Harus Disertai Tanggung Jawab
DPD NasDem Sidrap menegaskan bahwa kebebasan pers tidak bersifat tanpa batas. Media diharapkan tetap menjunjung tinggi akurasi, keberimbangan, dan tanggung jawab moral dalam menyampaikan informasi kepada publik.

4. Mendesak Klarifikasi dan Evaluasi Media
DPD NasDem Sidrap mendesak adanya klarifikasi terbuka serta evaluasi terhadap produk jurnalistik yang dinilai melampaui batas etika dan tidak memenuhi prinsip dasar jurnalistik.

5. Konsolidasi Kader sebagai Respons Moral dan Politik
Seluruh kader NasDem di Sidrap menyatakan siap melakukan konsolidasi sebagai bentuk perlawanan moral terhadap narasi yang dinilai menyesatkan dan merusak kepercayaan publik terhadap politik.

6. Ajakan kepada Publik untuk Lebih Kritis
Masyarakat diimbau agar tidak mudah terpengaruh oleh pemberitaan yang bersifat sensasional, serta tetap mengedepankan rasionalitas dalam menyikapi dinamika politik nasional.

Sebagai penutup, DPD NasDem Sidrap menegaskan komitmennya untuk tetap berada di garis perjuangan demokrasi yang sehat, transparan, dan berintegritas, sejalan dengan arah kebijakan DPP Partai NasDem.

“Kami berdiri tegak bersama DPP, menjaga marwah partai dan demokrasi. Kritik adalah bagian dari demokrasi, namun manipulasi persepsi adalah ancaman yang harus dilawan bersama,” pungkasnya.