Mamuju Terancam Krisis Anggaran! Dana Transfer Pusat Dipangkas Rp180 Miliar, DAK Jadi Korban Terbesar
Mamuju, Pelopornews – Kabar buruk menghampiri Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju, Sulawesi Barat. Proyeksi anggaran tahun 2026 menunjukkan adanya tantangan fiskal yang sangat berat, menyusul pemangkasan signifikan dana transfer dari pemerintah pusat yang mencapai angka fantastis, yakni Rp180 miliar.
Kepala Sub Bidang Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mamuju, Roni, mengungkapkan bahwa dampak pemangkasan ini akan sangat terasa di berbagai sektor pembangunan. “Pemangkasan terbesar terjadi pada Dana Alokasi Khusus (DAK),” ujarnya melalui akun fb explore Sulbar
DAK sendiri merupakan dana yang dialokasikan pemerintah pusat kepada daerah untuk mendanai program dan kegiatan prioritas nasional, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Dengan berkurangnya DAK, sejumlah proyek strategis di Mamuju terancam terhambat atau bahkan batal dilaksanakan.
“Kami masih melakukan kajian mendalam untuk melihat sektor mana saja yang paling terdampak. Yang jelas, ini akan sangat memengaruhi kemampuan Pemkab Mamuju dalam menjalankan program-program pembangunan yang telah direncanakan,” lanjut Roni.
Beberapa pihak menilai, pemangkasan dana transfer ini bisa jadi merupakan imbas dari kondisi ekonomi nasional yang belum sepenuhnya pulih pasca pandemi atau adanya perubahan kebijakan anggaran di tingkat pusat. Namun, apapun alasannya, Pemkab Mamuju harus segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi defisit anggaran yang diperkirakan akan terjadi.
Pengamat kebijakan publik dari Salah satu LSM Mamuju, yang enggan disebutkan namanya, menyarankan agar Pemkab Mamuju fokus pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi potensi-potensi ekonomi lokal, seperti sektor pariwisata, pertanian, dan perikanan. “Selain itu, efisiensi anggaran juga perlu ditingkatkan dengan memprioritaskan program-program yang benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi seluruh masyarakat Mamuju. Diharapkan, Pemkab Mamuju dapat segera merumuskan solusi yang tepat dan efektif agar pembangunan di daerah ini tetap berjalan sesuai dengan harapan, meskipun di tengah keterbatasan anggaran. Pelopornews akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan informasi terbaru kepada pembaca.





