Pemandangan Berulang di Soppeng: Antrean BBM Mengular Hingga ke Jalan, Warga Keluh Habis Waktu dan Tenaga
SOPPENG – Pelopornews – Kelangkaan dan distribusi yang belum lancar kembali membuat warga Kabupaten Soppeng mengeluh panjang. Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah ini kembali dipadati antrean kendaraan yang tak hanya memenuhi area pom bensin, namun meluber hingga ke badan jalan raya dan mengganggu kelancaran lalu lintas.
Pantauan di lapangan menunjukkan pemandangan serupa terjadi di titik-titik utama seperti SPBU Takkalalla, Pajalesang, Sumberjati, Lalange, hingga Pertamina Cikke’e. Setiap kali pasokan tiba, puluhan mobil dan motor langsung berebut antrean, memaksa warga menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan jatah bahan bakar.
Kondisi ini dinilai sangat meresahkan karena sudah berulang kali terjadi dan berdampak langsung pada produktivitas harian masyarakat. Aktivitas bekerja, mengantar anak sekolah, mengangkut hasil bumi, hingga kelancaran usaha kecil terganggu parah.
“Kami sangat berharap ada solusi nyata dan berkelanjutan. Jangan biarkan masyarakat terus menjadi korban antrean setiap kali jadwal pengisian tiba. Pemerintah daerah dan pihak terkait harus segera turun tangan,” keluh salah satu warga yang terjebak antrean.
Masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Soppeng dan manajemen Pertamina untuk tidak hanya berhenti di laporan meja kerja, tetapi turun langsung mengevaluasi sistem distribusi dan memperketat pengawasan penyaluran.
Kekhawatiran lain mulai muncul: jika kelangkaan dan antrean ini terus berlanjut tanpa penanganan serius, dikhawatirkan akan menjadi penghambat serius bagi roda perekonomian daerah. Sektor pertanian, perdagangan, transportasi, hingga pelaku UMKM sangat bergantung pada ketersediaan BBM yang lancar dan pasti.
Warga berharap kehadiran pemerintah dan pihak Pertamina dapat segera memberikan terobosan yang cepat dan tepat sasaran, agar antrean panjang di SPBU-SPBU Soppeng tidak lagi menjadi pemandangan biasa yang berulang setiap harinya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi maupun klarifikasi yang disampaikan oleh pihak Pertamina maupun Pemerintah Kabupaten Soppeng terkait permasalahan distribusi ini.





