Mei 4, 2026

ENAM JENAZAH KORBAN PESAWAT PK-THT DITEMUKAN DI GUNUNG BULUSARAUNG, HARI KEENAM PENCARIAN  

SGN_01_22_2026_1769063360817

Makassar Pelopornews – Setelah enam hari melakukan pencarian yang intensif di kawasan pegunungan yang berat aksesnya, Tim SAR gabungan berhasil menemukan enam jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Kamis (22/1/2026).

 

Kabar haru ini disampaikan langsung oleh Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Infanteri Dody Priyo Hadi, di Posko Akhir Jemput Udara (AJU) Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Pangkep. Menurutnya, temuan ini berasal dari laporan koordinasi bersama seluruh tim pencari khusus satuan Elang.

 

“Laporan pertama masuk sekitar pukul 09.30 WITA dari tim jajaran Elang 1 hingga Elang 5 yang sedang melakukan sweeper area lokasi kecelakaan. Proses pengumpulan dan pendataan jenazah berlangsung hingga pukul 10.46 WITA, dan saat ini telah dipastikan ditemukan enam jenazah korban,” jelas Dody dengan nada yang penuh penghormatan.

 

Lokasi penemuan enam jenazah berada dalam radius yang saling berdekatan, dengan jarak sekitar 50 meter antara satu dengan yang lain. Posisi titik temuan berada sekitar 250 meter di bawah puncak Gunung Bulusaraung, dan berdasarkan informasi dari tim lapangan, jenazah tersebut ditemukan tidak jauh dari sisa puing mesin pesawat yang telah teridentifikasi.

 

Sebelumnya, pada tahap pencarian sebelumnya, Tim SAR telah menemukan dua jenazah korban yang dapat diidentifikasi – seorang pramugari dan seorang pria yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan – serta satu bagian tubuh yang belum dapat dikaitkan dengan korban mana.

 

Saat ini, tim SAR tengah melakukan proses evakuasi yang hati-hati mengingat kondisi medan yang sangat berat, dengan lereng curam dan medan berbatu serta semak belukar yang lebat. Selain itu, cuaca di lokasi kejadian juga menjadi tantangan tersendiri, dengan suhu yang rendah dan kabut yang sering menyelimuti area pencarian.

 

Tim juga menyampaikan bahwa proses identifikasi lebih lanjut terhadap enam jenazah baru ini akan dilakukan segera setelah jenazah tiba di rumah sakit yang telah ditunjuk sebagai tempat pemeriksaan forensik. Keluarga korban telah diinformasikan terkait perkembangan terbaru ini dan sedang dalam pengawasan tim konselor yang telah disiapkan pihak berwenang.