MENGHAWATIRKAN! Jembatan Miliaran Rupiah di Soppeng Baru 5 Bulan Dibangun, Sudah Retak dan Terancam Ambruk
SOPPENG PELOPORNEWS– Publik digegerkan dengan kondisi memprihatinkan sebuah infrastruktur jembatan penghubung yang baru saja diresmikan atau selesai dibangun. Jembatan yang menghubungkan wilayah Desa Kessing dan Desa Leworeng, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, ini justru memunculkan pertanyaan besar terkait kualitas pembangunannya.

Pasalnya, meski baru beroperasi atau selesai dikerjakan kurang lebih selama 5 bulan dan menelan anggaran pembangunan mencapai miliaran rupiah, struktur jembatan ini diduga kuat mengalami kegagalan konstruksi.

Retak dan Mulai Mengalami Penurunan
Informasi yang dihimpun di lokasi menunjukkan adanya tanda-tanda kerusakan yang sangat mengkhawatirkan. Terlihat jelas adanya celah, retakan, hingga pergeseran pada bagian pondasi dan badan jembatan.

Warga sekitar yang sehari-hari melintas mengaku sangat was-was. Kondisi fisik jembatan yang seharusnya kokoh justru terlihat tidak stabil dan diduga kuat tidak memenuhi standar teknis yang berlaku.
“Padahal baru beberapa bulan selesai, tapi kondisinya sudah tidak karuan. Ada bagian yang turun dan retak. Kami takut kalau-kalau tiba-tiba ambruk saat dilalui kendaraan,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Anggaran Miliaran, Kualitas Dipertanyakan
Jembatan ini dibangun dengan biaya yang tidak sedikit, bersumber dari anggaran pembangunan daerah maupun pusat yang mencapai angka miliaran rupiah. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hasil yang jauh dari harapan.
Kondisi ini memicu kecurigaan adanya dugaan penyimpangan dalam proses pengerjaan, mulai dari kualitas material yang digunakan hingga pengawasan yang dinilai sangat lemah. Masyarakat berharap pihak terkait, baik Dinas PUPR maupun instansi pengawas, segera turun tangan melakukan pengecekan ulang dan audit kualitas bangunan.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun pemerintah daerah terkait nasib jembatan yang kini “sakit” dan terancam rubuh tersebut.





