Juli 15, 2026

Perselisihan Air Irigasi Berujung Maut di Soppeng, Seorang Petani Tewas Ditusuk  

SGN_07_15_2026_1784108879142

SOPPENG PELOPORNEWS– Perselisihan sengit terkait pembagian aliran air irigasi berakhir tragis di area persawahan Kampung Tobone, Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 07.00 WITA. Satu orang petani meninggal dunia akibat luka tusuk senjata tajam, sementara pelaku kini telah diamankan kepolisian.

 

Korban yang tewas diidentifikasi sebagai Alimuddin (68), warga asal Lingkungan Launga, Kelurahan Appanang. Ia dilaporkan mengalami luka tusuk di bagian dada yang mematikan. Sementara pihak yang diduga terlibat perkelahian, Safruddin (48), juga menderita luka di lengan dan tangan sebelum akhirnya ditangkap petugas.

 

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula saat Safruddin meminta agar aliran air irigasi dialirkan terlebih dahulu ke lahan sawahnya. Namun permintaan tersebut tidak disetujui Alimuddin yang menginginkan air lebih dulu mengairi sawah miliknya. Perbedaan keinginan ini memicu adu mulut yang semakin memanas, hingga akhirnya berujung perkelahian dengan menggunakan senjata tajam jenis parang.

 

Dari pengakuan awal Safruddin, ia mengaku sudah beberapa kali menyampaikan permohonan pengaliran air namun tak mendapatkan tanggapan dari korban. Hal ini diduga memicu emosi berlebih yang berakhir pada pertikaian fatal.

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan visum yang dilakukan tim medis, korban mengalami luka tusuk pada dada sepanjang sekitar 6 sentimeter dengan lebar 2,5 sentimeter. Luka tersebut menembus kulit, mengenai tulang rusuk hingga mencapai organ paru-paru. Selain itu, juga ditemukan luka tusuk lain sepanjang 1,5 sentimeter pada lengan kanan korban.

 

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi awak media. “Benar telah terjadi perselisihan antara pemilik lahan terkait masalah pengairan sawah yang berujung perkelahian,” ujarnya singkat.

 

Segera setelah menerima laporan, personel Polres Soppeng berkoordinasi dengan jajaran Polsek Liliriaja langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, memeriksa sejumlah saksi mata, serta mengevakuasi jenazah korban guna proses pemeriksaan lebih lanjut.

 

Saat ini Safruddin telah diamankan di tahanan Mapolres Soppeng untuk menjalani proses penyidikan dan pertanggungjawaban hukum sesuai peraturan yang berlaku. Sementara situasi di sekitar lokasi kejadian dilaporkan aman dan kondusif, meski pihak kepolisian masih menempatkan personel pengamanan guna mencegah potensi gangguan keamanan pascakejadian.