Kisah Tragis di Pasangkayu: Antara Tugas, Utang, dan Maut di Kebun Kelapa
Pasangkayu Pelopornews – Di sebuah desa yang tenang di Pasangkayu, Sulawesi Barat, sebuah tragedi mengoyak kedamaian. Seorang pemuda bernama Hijrah, yang bekerja sebagai karyawan di sebuah lembaga keuangan, ditemukan mengakhiri hidupnya di tengah kebun kelapa yang sunyi.
Hijrah, yang sehari-harinya berjuang menagih angsuran dari para nasabah, dilaporkan hilang setelah menjalankan tugasnya. Pencarian membawanya ke sebuah kebun kelapa, di mana ia ditemukan dalam kondisi yang memilukan.

Aparat kepolisian bergerak cepat, mengamankan seorang pria bernama Risman, suami dari salah satu nasabah, sebagai terduga pelaku. Kabarnya, Risman merasa harga dirinya terluka ketika Hijrah datang menagih utang.
Namun, cerita ini tidak berhenti di situ. Sebelum tragedi ini terjadi, Hijrah sempat mengirimkan pesan singkat kepada atasannya, mengungkapkan ketakutannya saat harus pergi bersama suami nasabah. Pesan ini menjadi petunjuk penting bagi penyelidikan.
Setelah penangkapan Risman, amarah warga meluap. Rumah seorang nasabah PNM, yang diduga terkait dengan kasus ini, menjadi sasaran amuk massa.

Kini, pihak berwajib terus menggali lebih dalam, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik kebun kelapa itu. Sebuah pertanyaan besar menggantung: apakah ini hanya masalah utang piutang yang berujung maut, atau ada cerita lain yang belum terungkap?
Disclaimer: Seorang karyawan PNM bernama Hijrah (19) ditemukan tewas mengenaskan di kebun kelapa di Dusun Tanga-tanga, Desa Sarjo, Pasangkayu, Sulawesi Barat, pada Sabtu, 20 September 2025. Hijrah sebelumnya dilaporkan hilang setelah menagih angsuran kepada nasabah. Terduga pelaku pembunuhan adalah Risman (33), suami dari nasabah PNM bernama Nurlina. Risman merupakan seorang petani asal Dusun Urubanua, Desa Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Motif pembunuhan diduga karena Risman tersinggung saat ditagih utang oleh korban. Pihak kepolisian, dalam hal ini Satreskrim Polres Pasangkayu, telah bergerak cepat dan berhasil mengamankan Risman sebagai tersangka. Sebelum kejadian, Hijrah sempat mengirim pesan kepada atasannya yang menyatakan rasa takut dibonceng oleh suami nasabah. Setelah penangkapan terduga pelaku, rumah nasabah PNM (diduga rumah Risman) dilaporkan dirobohkan oleh massa. (*)




